Hati-Hati, Jarang Gerak Bisa Picu Hipertensi
27 Januari 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu - Bagaikan dua sisi mata uang, perkembangan teknologi menimbulkan hal baik dan juga buruk. Baiknya kini seluruh kebutuhan manusia bisa mudah didapatkan sementara buruknya, karena kemudahan tersebut banyak hal yang sebelumnya dikerjakan dengan mengeluarkan energi tubuh kini sudah tidak lagi.
Dalam dunia kesehatan, hal ini berdampak pada kehidupan manusia. Ahli Ginjal dan Hipertensi Dr. dr. Afiatin, Sp.PD-KGH menjelaskan hal ini lah yang menyebabkan secondary life pada kebanyakan masyarakat Indonesia. Secondary life sendiri dimaknai dimana banyak dari masyarakat kini kurang melakukan gerakan yang menyebabkan timbulnya hipertensi.
“Karena kurang bergerak kelenturan pembuluh darah akan terganggu atau jelek sehingga pemubuluh darahnya akan kaku dan membuat tensi menjadi tinggi,” kata dr. Afiatin kepada Klikdialisis, Rabu (18/11).
Selain kurang gerak, hal yang mempercepat hipertensi karena masyarakat Indonesia tergolong cukup tinggi dalam mengkonsumsi natrium dan garam. Natrium berlebih yang masuk ke dalam badan akan membuat ia menahan air sehingga air tidak bisa dikeluarkan oleh badan. Akibatnya, air akan membuat darah yang keluar dari jantung menjadi banyak dan membuat tekanan darah meningkat.
Adapun kandungan natrium terbanyak berada di makanan yang diawetkan dan minuman kaleng. Dalam kadar komposisi makanan biasanya dijelaskan bahwa makanan dan minuman tersebut mengandung natrium benzoate.
“Konsumsi natrium kita harusnya 24 jam sekitar 2.600 milimol/liter. Satu cup mi instan itu sudah 1.000 milimol/liter atau 40% jatah natrium kita--belum yang lain ya. Kalau garam dapur atau NACL itu 5,6 gram per hari,” ujarnya.
dr. Afiatin turut menjelaskan bahwa dalam sebuah survei masyarakat Indonesia bisa mengkonsumsi garam hingga 9-11 gram per hari. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi garam orang Indonesia sangat tinggi.
“Saran saya tidak makan-makanan awetan. Kalau makanan yang diawetkan natriumnya sudah masuk. Kalau kita makan yang fresh garamnya bisakita adjust. Satu lagi yang buat hipertensi adalah kegemukan. Karena lemak itu yang membuat tekanan darah tinggi terutama lemak dalam perut,” tutupnya. (ATR)