Konsumsi Kopi Setiap Hari Picu Penyakit Ginjal? Simak Faktanya
27 Januari 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu - Menjamurnya kedai kopi di seluruh penjuru kota menjadikannya tempat kongkow favorit kawula muda. Entah weekday atau weekend, para anak-anak muda bisa menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menikmati sajian kopi lengkap dengan makanan pendukungnya bersama sahabat maupun sendirian hanya untuk sekadar ‘healing’.
Di sisi lain, kedai kopi kini tidak hanya menjadi destinasi nongkrong semata. Lebih dari itu, banyak masyarakat—baik remaja, dewasa, dan orang tua menjadinnya tempat ternyaman dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Tempat yang dianggap informal ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang bosan akan landscape perkantoran.
Akan tetapi seiring masifnya tingkat konsumsi kopi pada masyarakat, tersirat pertanyaan apakah hal tersebut dapat membahayakan kesehatan atau menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Nyoman Paramita Ayu, SpPD-KGH menjelaskan, bagi seseorang yang tidak memiliki penyakit maka konsumsi satu sampai dua cup kopi perhari sebenarnya tidak menyebabkan kendala kesehatan.
"Bukan kafeinnya (yang dipermasalahkan) tetapi kadar gulanya. Kafein di kopi dalam jumlah yang cukup masih diperbolehkan," kata dr. Paramita kepada KlikQu, Rabu (16/11).
Menurutnya, dalam satu cup kopi kadar gula yang diberikan tidak bisa dihitung jumlahnya. Sehingga hal itu dapat mempengaruhi kadar kalori yang berlebihan di dalam tubuh sehingga dapat menyebakan penyakit seperti kegemukan, diabetes, hipertensi, dan pada akhirnya menjadi penyakit ginjal kronik.
Ia pun berujar, hal itu akan menjadi lebih bahaya jika para penjual menggunakan essen gula dalam campuran kopi atau perasanya. Essen atau gula biang ini tentunya lebih berbahaya dibandingkan dengan gula murni. Sehingga, dr. Paramita berujar, baiknya masyarakat lebih baik meracik kopi sendiri di rumah agar mengetahui kadar gula yang dilarutkan.
"Kafein memang bisa meningkatkan heart rate dan kalau meningkat otomatis tekanan darah meningkat. Tapi dengan toleransi misal satu cup sehari itu dengan kita bisa batasi gulanya dan tidak terlalu pekat itu masih bisa diperbolehkan," ujarnya.
Sementara bagi seseorang yang memiliki Riwayat penyakit hipertensi tentunya juga tidak dilarang dalam mengkonsumsi kafein. Terpenting, harus selalu melakukan observasi kesehatan seperti mengetahui batasan dan tidak telat dalam mengkonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter agar tensinya tetap terjaga.
"Konsumsi gula itu hitungannya kebutuhan kalori setiap orang dan kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda sesuai dengan umur, aktivitas, dan tingkat stres yang dialami. Tapi rata-rata kebutuhan kalori indonesia normal itu kurang lebih di 1.500-1.800 kalori per hari dengan aktivitas normal," tutupnya. (ATR)