Konsumsi MSG Secara Konsisten Picu Penyakit Ginjal Kronik
10 Februari 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu - Berbagai penelitian menyebutkan mengkonsumsi
Monosodium Glutamat (MSG) secara banyak dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan pelbagai penyakit di dalam tubuh. Salah satu penyakit yang disebabkan dari penggunaan MSG secara masif ini adalah kelainan ginjal atau penyakit ginjal kronik.
Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Agung Tresna, SpPD-KGH menjelaskan MSG biasa digunakan sebagai penyedap pada olahan makanan. Berdasarkan penelitian, negara-negara yang berada di Asia Tenggara tercatat paling banyak menggunakan MSG pada makanan sehari-hari. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian semua orang agar mulai mengurangi penggunaannya.
"Secara konsisten dalam beberapa penelitian, glutamat yang terkandung di dalam MSG bisa menyebabkan berbagai macam hal kesehatan," kata dr. Agung kepada KlikQu, Rabu (11/1).
Agung berujar, penelitian kaitan penggunaan MSG pada kesehatan manusia memang belum dilakukan karena selama ini penelitian menggunakan perantara hewan sebagai objek. Hasilnya, ditemukan fakta pemakaian MSG secara konsisten pada hewan dapat menyebabkan kelainan ginjal.
Penyabab kelainan yang ditemukan ialah bisa melalui batu ginjal karena MSG bisa menyebabkan PH urin basah sehingga menyebabkan pembentukan batu lebih cepat dari seharusnya. MSG ini akan menyebabkan radikal bebas di dalam ginjal dan kadar antioksidan di dalam ginjal menurun yang menyebabkan fibrosis.
Untuk diketahui, fibrosis ginjal ialah penyakit ginjal yang ditandai dengan munculnya glemorulosklerosis dan jaringan fibrosa pada organ ginjal. Fibrosis merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronik pada manusia.
"Jadi strukturnya berubah sudah membatu dan membekas. Nah ini yang menyebabkan terjadi kelainan ginjal secara konsisten. Kalau sudah fibrosis ya sudah nggak bisa balik lagi," ujarnya.
Atas dasar itu, dr. Agung berpesan agar masyarakat Indonesia bisa mengurangi konsumsi MSG. Musababnya, jika seseorang telah terkena penyakit ginjal kronik maka akan menjalani terapi cuci darah seumur hidupnya. Tentunya hal ini akan mengurangi kualitas hidup pasien itu sendiri.
Oleh karenanya, jika sudah mengkonsumsi makanan yang terlampau gurih maka sebaiknya dihindari. "Gurih tentunya banyak mengandung garam. WHO sendiri kalau kita melihat composite garam yang dibolehkan hanya sebesar 5 gram per hari, apalagi ini MSG, karena dia lebih banyak kimiannya, harusnya lebih sedikit dari itu," tutupnya. (ATR)