Mengenal Nefritis Interstisial, Infeksi Penyebab Peradangan Ginjal
15 Februari 2023
Ilustrasi - Dokter menganalisis kesehatan ginjal pasien menggunakan USG ginjal | shutterstock image
KlikQu - Beberapa waktu lalu, para orang tua sempat digegerkan oleh penyakit ginjal akut pada anak. Setelah dilakukan penelitian, ternyata senyawa kimia yang berada pada obat sirup seperti Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butyi Ether (EGBE) menyebabkan kerusakan ginjal karena memicu asam oksalat tubuh dan menjadi kristal.
Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Agung Tresna, SpPD-KGH menjelaskan sebelum merebaknya penyakit ginjal akut misterius, anak-anak memang memiliki kerentanan terkena penyakit ginjal. Biasanya kelainan ginjal itu disebabkan oleh peradangan atau Nefritis Interstisial.
"Ini harus kita waspadai, ada beberapa penyakit yang kita anggap tidak serius (justru menjadi penyebabnya)," kata dr. Agung, Rabu (11/1).
Untuk diketahui, Nefritis Interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peredangan dan pembengkan di bagian tubulus ginjal. Tubulus sendiri memiliki peran untuk menyerap kembali air dan zat organik penting dari darah yang disaring.
Adapun penyebab dari Nefritis ialah dari alergi atau reaksi ketidaksesuaian pada jenis obat. Selain itu, penyakit autoimun seperti lupus juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak-anak atau remaja di usia muda sudah terkena penyakit ginjal kronik.
Dilihat dari gejalanya, seorang anak yang mengalami Nefritis Interstisial ialah demam, ruam, mual dan muntah, kebingungan, kelelehan, mudah mengantuk, jumlah urine berkurang atau bertambah, terdapat darah di dalam urine, pembengkakan anggota tubuh, kembung atau perut sakit, dan pertambahan berat badan akibat cairan yang tidak dapat dikeluarkan.
"Di Indonesia terutama Asia penyakit peradangan ginjal yang diakibatkan karena Nefropati, dan lupus menyebabkan kelainan pada anak dan menyebabkan gagal ginjal sehingga pada akhirnya harus menjalani hemodialisis di usia muda," pungkasnya.
Atas dasar itu, jika Anda mengalami gejala tersebut sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan analisis medis lebih komprehensif dan kompeten. Sehingga, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pasien agar kondisi tidak semakin memburuk. (ATR)