Pola Hidup Buruk Picu Percepat Komplikasi Ginjal
27 Januari 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu – Sebagai manusia normal, penurunan fungsi organ vital di dalam tubuh memang tidak bisa dibendung. Hal itu akan terjadi seiring dengan bertambahnya usia dan pola hidup yang dijalani setiap individu.
Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Nyoman Paramita Ayu Sp. PD-KGH menjelaskan khusus di kesehatan ginjal, seseorang akan mulai mengalami penurunan fungsi ginjal pada usia 40 tahun. Dimana ketika seseorang menginjak usia tersebut akan mengalami penurunan fungsi sebesar 1% per tahunnya.
"Sehingga kalau saat ini kita berada di usia 70 tahun maka sisa fungsi ginjal kita hanya 70% dan ini normal saja. Semua organ yang ada di alam tubuh juga akan mengalamin penurunan fungsi sesuai dengan umur," kata dr. Paramita kepada KlikQu, Selasa (20/11).
Akan tetapi catatan di atas, menurut dr. Paramita hanya berlaku bagi seseorang yang selama hidupnya menjaga pola hidup sehat. Bagi yang tidak menjaga poin itu, menurut dr. Paramita maka kasusnya akan berbeda dimana kerusakan organ di dalam tubuh akan berlangsung lebih cepat.
Misalnya, orang dengan penyakit komorbid seperti Diabetes Melitus, obesitas, kencing manis, dan hipertensi harus mendapatkan perhatian khusus bagi masyarakat. Caranya dengan melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan atau mulai menjalankan pola hidup sehat sesuai anjuran dokter.
Musababnya, penyakit komorbid tersebut dalam waktu 8-10 tahun setelah divonis oleh dokter akan berkembang menjadi penyakit ginjal kronik. Pada posisi ini masyarakat akan mengalami kerusakan fungsi ginjal lebih cepat sebelum memasuki usia 40 tahun. Tentunya hal ini sangat merugikan mengingat usia 40 tahun masih tergolong usia produktif.
"Diabetes dan hipertensi ini adalah kombinasi dan itu bisa mempercapat paling tidak lima tahun saja sudah komplikasi menjadi penyakit ginjal kronik. Kalau terkontrol komplikasinya lebih ringan dan kalau tidak terkontrol akan lebih berat," tutupnya. (ATR)