Tips and Trik Menjaga Kesehatan Ginjal Anak-Anak

27 Januari 2023

Ilustrasi | Shutterstock Image

KlikQu - Sebagian besar orang tua pasti akan mengalami kepanikan jika mengetahui anak atau buah hatinya menderita sakit. Hal itu diperparah karena saat ini sedang marak kasus gagal ginjal akut pada anak yang gejalanya sangat jamak ditemui seperti diare, mual, muntah, demam 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, dan jumlah air seni yang sedikit.

Kepanikan para orang tua bukan tanpa sebab. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, hingga saat ini sebanyak 269 orang anak di Indonesia terkonfirmasi mengidap salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Tidak kurang dari 157 bahkan tidak bisa diselematkan. Data ini besar kemungkinan akan terus bertambah seiring tracing yang dilakukan pemerintah.

Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A mengimbau para orang tua tidak perlu panik dalam menghadapi fenomena gagal ginjal akut pada anak-anak. Pelbagai cara bisa dilakukan oleh para orang tua untuk melakukan deteksi dini tentang kesehatan si buah hati.

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek urin anak apakah banyak atau sedikit. Pastikan juga bahwa warna urin tersebut tidak keruh—yang mengindikasikan kurangnya cairan di dalam tubuh.

"Pastikan anak-anak mendapatkan cairan yang cukup setiap harinya. Cairan itu bisa dicek melalui urinnya, jika jernih berarti kebutuhan cairannya sudah cukup," kata dr. Denta, Selasa (1/11).

Menurut dr. Denta, sebelum kejadian gagal ginjal anak misterius ini ada di Indonesia, pada kasus-kasus sebelumnya dua penyebab utama anak-anak terkena penyakit ginjal adalah dehidrasi dan infeksi. Terkait dehidrasi, dr. Denta mengingatkan para orang tua agar memberikan kebutuhan cairan yang cukup kepada anak.

Tentang berapa banyak cairan yang diperlukan oleh anak-anak, dr. Denta menyebut hal itu tergantung dengan situasi dan kondisi anak-anak. Mulai dari usia, berat badan, dan cuaca—semuanya mempengaruhi kebutuhan cairan pada tubuh anak. Oleh karenanya, untuk menilai kecukupan cairan dalam tubuh anak, urin merupakan indikator yang paling mudah digunakan oleh para orang tua.

"Misalnya kalau lagi cuaca panas, demam atau diare, tentunya ada peningkatan kebutuhan cairan dan dipastikan juga ada kenaikan asupan cairan ke anak," ujarnya.

Selain itu, para orang tua juga harus menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih baik untuk keluarga, diri sendiri maupun pada sang anak. Sebabnya, dari banyak kasus, seringkali anak-anak mendapatkan penyakit akibat tertular oleh orang tuanya.

"Orang tua harus melakukan usaha-usaha agar tidak membuat anak sakit dan infeksi dimana protokol kesehatannya dijaga—anaknya pun sama," jelasnya.

Pun, untuk menjaga kesehatan, para orang tua juga bisa melakukan vaksinasi sebagaimana bagi anak direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Seperti vaksin Hepatitis B; BCG; DPT; Polio Oral; Campak dan MMR; Tetanus, Difteri, dan Pertusis (Tdap/TD); Varisela; Human Papilloma Virus; Zoster; Hepatitis A; dan masih banyak lagi.

"Semua sakit itu bisa mengganggu fungsi ginjal kalau terkena pada anak. Jangan asal minum obat, kalau sakit lebih baiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberikan obat pada anak," tutupnya. (ATR)



logo klikqu KlikQu.com adalah platform booking kesehatan unik dan one stop medical service untuk penyakit Kronis seperti Penyakit Ginjal Kronik, Diabetes, dan Penyakit Jantung di Indonesia. Kami memiliki jaringan luas yang menghubungkan antara pasien dan layanan medis seperti dokter, klinik, dan penyedia layanan rumah sakit di sekitar Anda. Pelopor layanan reservasi cuci darah online di Indonesia.

© Copyright KlikQu.com 2022